PUI-SB Universitas Negeri Surabaya: Dari Akar Tradisi Menuju Pusat Inovasi Seni Budaya
Pusat Unggulan IPTEK Seni Budaya (PUI-SB) Universitas Negeri Surabaya merupakan manifestasi dari perjalanan panjang dan konsisten UNESA dalam bidang pendidikan seni. Akar sejarah PUI-SB dapat ditelusuri kembali ke tahun 1980-an, ketika Universitas Negeri Surabaya masih bernama IKIP Surabaya. Pada masa itu, jurusan Seni Rupa dan Seni Tari telah berdiri dan melahirkan banyak guru seni yang berperan dalam pendidikan seni di Jawa Timur.
Perjalanan panjang ini kemudian berkembang ke arah yang lebih struktural. Pada tahun 2019, UNESA mendirikan Pusat Seni dan Budaya di bawah naungan LPPM UNESA. Pusat ini berfokus pada pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia.
Transformasi besar terjadi pada tahun 2022, ketika Pusat Seni dan Budaya berganti nama menjadi Pusat Unggulan IPTEK Art Ecosystem Development (ARCON). Fokusnya berkembang menjadi pengembangan ekosistem seni dalam skala lokal dan global, termasuk peningkatan kapasitas SDM serta strategi digitalisasi seni.
Selanjutnya, pada tahun 2023, ARCON secara resmi berkembang menjadi PUI-PT Pendidikan Seni atau Arts Education Center of Excellence (AECE) yang sekarang dikenal dengan nama Sub Direktorat Pusat Unggulan IPTEK Seni Budaya (PUI-SB). Lembaga ini menjadi bentuk pelembagaan riset unggulan di bidang seni UNESA, sejalan dengan status baru UNESA sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) berdasarkan PP No. 37 Tahun 2022. Dalam status barunya, UNESA menetapkan bidang seni sebagai salah satu dari tiga prioritas keilmuan, bersama dengan olahraga dan disabilitas.
Pusat Unggulan IPTEK Seni Budaya (PUI-SB) berkomitmen untuk:
1. Menghasilkan produk dan layanan inovatif dalam bidang seni dan budaya.
2. Mendiseminasikan karya dan gagasan kepada masyarakat secara luas.
3. Membangun jaringan kolaborasi nasional dan internasional yang kuat dalam pengembangan seni budaya.
Dari segi infrastruktur, Pusat Unggulan IPTEK Seni Budaya (PUI-SB) didukung oleh laboratorium dan studio seni lengkap (batik, kriya, keramik, fotografi, lukis, grafis, dan lainnya), serta SDM dosen berpengalaman yang juga aktif sebagai praktisi seni.
Keberadaan Pusat Unggulan IPTEK Seni Budaya (PUI-SB) tidak hanya ditujukan untuk kegiatan akademik, tetapi juga untuk hilirisasi dan komersialisasi produk seni. Dengan integrasi antara riset, teknologi, dan pendekatan multidisipliner, PUI-SB ditargetkan menjadi pusat unggulan nasional yang mampu melahirkan karya seni kontekstual, adaptif terhadap era digital, dan berdaya saing global.